oleh

Bantahan Kapolres Tator, Terkait Tudingan Pada Rekaman Yang Beredar di Medsos

LeponganNews – Tana Toraja — Sat Reskrim Polres Tana Toraja belakangan ini sedang menangani kasus PT. Axelle Jaya yang bergerak di bidang trade asset management, kepolisian mulai mengusut kasus ini lantaran PT. Axelle Jaya Toraja diduga tidak memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK).

Dalam perjalanan penanganan kasus itu, beredar di media sosial rekaman percakapan 2 orang, di duga percakapan itu antara seorang nasabah dengan salah satu petinggi PT. Axelle Jaya. Dalam percakapan itu oknum petinggi Axelle ini mengatakan kepada lawan bicaranya bahwa dia telah memberikan sejumlah upeti kepada Kapolres dan Kasat.

Rekaman percakapan ini sontak menjadi bahan pembicaraan di media sosial, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP. Jon Paerunan, SH lalu angkat bicara atas tudingan yang dialamatkan kepadanya dan kepada Kapolres Tana Toraja.

Saat di temui di ruang kerjanya, AKP. Jon Paerunan menuturkan bahwa pihaknya telah mendengarkan isi rekaman percakapan tersebut. Rabu (19/02/2020) sekitar pukul 13.00 wita.

” Kami sudah dengarkan isi rekaman percakapan itu, kami telaah dengan baik lalu kami lakukan penelusuran untuk mengetahui siapa siapa oknum yang sedang bercakap itu “kata Jon Paerunan.

Pihaknya telah melakukan penelusuran, dan hasilnya di jelaskan oleh Jon Paerunan, ” dari penelusuran kami, di duga yang sedang bercakap itu adalah salah seorang nasabah Axelle yang berdomisili di Sulawesi Tengah, dan yang satunya lagi adalah salah satu petinggi Axelle” ungkapnya.

Jon Paerunan juga sampaikan bahwa sejak kasus ini mulai bergulir, tidak sekalipun saya selaku Kasat Reskrim bertemu dengan pihak manajemen Axelle, baik saat dilakukan pemanggilan oleh penyidik maupun di waktu lainnya.

Dikatakan lagi, bahwa memang pernah pihak management Axelle ingin bertemu dengan dirinya, namun ditolak.

“Jadi sejak dari awal sampai saat ini, tidak sekalipun Kasat Reskrim bertemu dengan manajemen ataupun dari orang orang yang berada di Axelle, tidak sekalipun” tegas Jhon.

Terkait dengan kasus Axelle yang sementara di tangani jajarannya, Jon Paerunan sebutkan bahwa saat ini masih dalam proses. Pihaknya masih membutuhkan keterangan pendukung lainnya dari pihak terkait, termasuk keterangan dari pihak OJK sendiri.

“Prosesnya masih sedang berjalan, jadi kami mohonkan kepada publik untuk bersabar, independensi, profesional dan aspek kepastian hukum tetap menjadi landasan kami menangani kasus ini” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Tana Toraja AKBP. Liliek Tribhawono dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihaknya dalam menangani kasus Axelle berlaku profesional, dan mengedepankan aspek kepastian hukum.

Menyinggung soal adanya rekaman dari seorang oknum petinggi Axelle yang beredar di media sosial tentang adanya polisi yang meminta upeti kepada pihak axelle, dengan tegas Liliek Tribhawono Iryanto menyatakan, Tidak ada satu pun polisi yang meminta upeti kepada manajemen Axelle.

Terkait rekaman yang menyebut pejabat Kapolres Tator minta sejumlah upeti, Liliek Tribhawono Iryanto selaku Pejabat Kapolres Tana Toraja mengatakan bahwa Kapolres tidak pernah minta minta.

“Saya tegaskan sekali lagi bahwa Kapolres tidak pernah minta minta, tudingan itu keji dan fitnah” teganya

Namun sebagai pejabat Kapolres Tana Toraja, Liliek Tribhawono Iryanto juga memberikan sebuah pernyataan berimbang yang menyebutkan, jika ada oknum anggota yang di kemudian hari diketahui ternyata terbukti melakukan pencatutan nama Kapolres dengan memanfaatkan kasus Axelle yang sedang bergulir, maka terhadapnya akan diberlakukan sanksi pidana ataupun sanksi disiplin, muaranya ke pidana atau ke propam.

Sebelum akhiri keterangannya, Liliek Tribhawono Iryanto juga membuka kemungkinan lain.

“Namun jika apa yang ditudingkan si oknum yang ada di rekaman percakapan itu tidak benar adanya, tentunya itu merupakan hal lain yang mungkin juga akan masuk dalam ranah pidana “tutupnya. (Jesika)

News Feed