oleh

Kadis DKP Lutra Dampingi Team Leader Community Mobilization Readsi Pusat Monev di Sabbang

LeponganNews – LUWU UTARA — Team leader community mobilization Readsi pusat, Wahyuddin Kessa melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke kelompok tani Kakao dan pola pekarangan KWT. Tampang Bulawan Desa Buntu Tarapedo Kec. Sabbang, Luwu Utara, Rabu (25/12/2019).

Kunjungan Perdana Wahyuddin Kessa ke Luwu Utara disambut oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara, Alauddin Sukri, bersama Tenaga Ahli Kab. Luwu Utara, Amal, serta para Fasilitator Desa dan PPL mengunjungi ke KWT. dan Kelompok Kakao.

Disela Kunjungan Wahyuddin Kessa, mengatakan bahwa masyarakat harus maksimal melakukan pengembangan pola pekarangan ditiap rumah tangga agar mereka mengkonsumsi sayur sehat.

“Program pola pekarangan ini, sangat baik, selain menambah nilai ekonomis juga sehat untuk dikonsumsi karena non kimia, “tuturnya.

Setelah Masyarakat mampu mengembangkan dan mandiri, Kata Wahyuddin, Warga tidak tidak lagi dibantu karena sudah mandiri. Tinggal Kelompok wanita tani (KWT) diajarkan bagaimana mengakses pasar untuk menjual hasil produksi sayurnya,” tutupnya.

Selain itu, Dia juga berdialog langsung kepada kelompok kakao. Dia mengorek apa sebenarnya permasalahan petani kakao Luwu Utara sehingga tidak lagi berjaya. Kata Dia, Luwu Utara Kakao pernah jaya di tahun 90an.

“Kita harapkan dengan adanya program Readsi untuk kakao, kejayaan kakao di Luwu Utara bisa kembali berjaya. Paling tidak di kelompok sasaran Program Readsi kemudian memberikan bias kepada petani lainnya, “singkatnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara, Alauddin Sukri mengatakan bahwa, KWT Tampang Bulawan Desa Buntu Tarapedo Kec. Sabbang, Luwu Utara, sudah panen, dan hasil produksi selain untuk menjadi konsumsi anggota KWT, juga sudah ada yang di jual.

“Hasil produksi sayur pada program pola pekarangan KWT tersebut dijual dan menjadi KAS Kelompok, “imbuhnya.

Alauddin juga menambahkam soal permasalahan petani kakao yang banyak dialami oleh masyarakat adalah hama Penggerek Buah Kakao (PBK).

Namun, petani sudah mulai menanam kembali kakao karena melihat kondisi kakao saat ini sudah membaik.

Kata Alauddin, besar harapan kakao kembali berjaya bilamana petani dibina dan dibimbing pengolahan kakao.

“Luwu Utara sudah ada kerjasama dengan PT. Mars dalam peningkatan kapasitas petani kakao yang nantinya didampingi oleh kakao doktor, “tuturnya.

Apalagi dengan adanya program Readsi, kata Alauddin merasa optimis bahwa kakao Luwu Utara akan berjaya kembali, “singkatnya.(Jsm)

News Feed