oleh

LAYAKKAH … Deborah Dan Rahel Mendapatkan Gelar Guru?

Inilah kedua guru yang memecat muridnya Tampa ampun Rahel Lisu Rante sebelah kanan, serta Kepala SMPN 1 Kesu’ Debora Nohalium sebelah kiri

Lepongan news. Toraja Utara-Sikap tidak terpuji dilakukan oleh oknum Guru (Rahel Lisu Rante) serta Kepala SMPN 1 Kesu’ (Debora Nohalium) terhadap dua siswi (Stefani Tumonglo dan Vinolia) hanya karena dengan Bertengkar dirumah Temannya, siswa tersebut dipindahkan dengan alasan dititipkan.  Ini sangat mencoreng nama baik guru di kabupaten Toraja Utara .

Padahal Sesuai Permendikbud 15 tahun 2018, Guru merupakan tenaga profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta memahami peserta didik.

Tindakan ini juga tentunya bertentangan dengan Undang-undang Pendidikan Nasional No. 2/1989. Pemerintah berupaya meningkatkan taraf kehidupan rakyat dengan mewajibkan semua warga negara Indonesia yang berusia 7- 12 tahun dan 12-15 tahun untuk menamatkan pendidikan dasar dengan program 6 tahun di SD dan 3 tahun di SLTP secara merata.

Sikap Debora Dan Rahel yang semena-mena ini bukannya merangkul anak untuk menyelesaikan pendidikan malah sang Guru serta Kepsek tega memindahkan siswanya bernama  Stefani Ke SMPN 2 Kesu’ , dan Vinolia Ke SMP Katolik Pato Alang-alang  secara sepihak dari sekolah yang dipimpinnya, tanpa ada peringatan ataupun pembinaan kepada orang tua dan siswa terlebih dahulu.

“Sebagai orang tua tidak terima diperlakukan demikian oleh pihak sekolah dalam hal ini kepsek, kami merasa tidak diberi peringatan terlebih dahulu, padahal anak kami tiga bulan Lagi akan mengikuti ujian nasional ,”ungkap orang tua Stefani saat ditemui media ini di rumah nya selasa (11/02/2020).

Dijelaskan mama adi bahwa mereka mendapat panggilan dari pihak sekolah, dan diperlihatkan surat dari sekolah yang isinya bahwa anaknya dititipkan ke sekolah lain , dengan alasan Nanti akan mempengaruhi siswa yang lain serta mencemarkan nama sekolah.

Kejadian dipindah belajarkan Kedua siswi SMPN 1 Kesu’ dari sekolah mendapat perhatian dari beberapa kepala sekolah yang namanya enggan dipublikasikan .
Menurutnya, tidak dibenarkan sekolah menitipkan siswanya menjelang Ujian Nasional. cara untuk mendidik anak dulu dan sekarang jauh berbeda, kalau sekarang kita para guru dituntut lebih mendidik dengan hati, sebab salah satu prinsip PPK adalah (Olitik) olah raga, olah rasa, olah pikir, olah hati, jadi kita para guru lebih dituntut menggunakan perasaan dan hati dalam mendidik para siswa.

Lepongannews saat mendatangi sekolah SMPN 1 Kesu’ dengan tujuan mengkonfirmasi atas kejadian yang terjadi kepada oknum guru dan kepala sekolah tersebut, apa yang kami dapatkan malah sang guru dan kepsek membentak-bentak wartawan dengan suara keras.

Terpisah Pengacara. Dan Mantan Ketua LSM Gempar, Asarias Tulak SH dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan tidak ada aturan yang mengatur Seperti itu.

“Masalah pecat memecat siswa itu ada prosedurnya, harus ada teguran terlebih dahulu harus ada penyeimbangan kalau ada titik temu kenapa harus dikeluarkan,”pungkas Asarias Tulak.
(sal)

News Feed