oleh

155 Pelajar Ikuti Wawancara Calon Paskibraka Luwu Utara

-News-35 views

Lepongannews.com, LUWU RAYA – Suasana semangat dan antusias sore hari tampak memenuhi Aula Gedung Pemuda, Jalan Pattiware Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara, Minggu 27 April 2025.

Sebanyak 155 pelajar tingkat SMA/SMK dari berbagai penjuru Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang (Lutra, red) menjalani tes wawancara sebagai bagian dari proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025.

Tahapan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian seleksi sebelumnya, yakni tadi pagi sampai sore tes Parade dan kemarin Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kesamaptaan, yang dilaksanakan di Lapangan Taman Siswa (Tamsis) kemarin Sabtu 26/4/2025 sejak pukul 06.00 WITA. Tes tersebut diawasi langsung oleh para penguji dari Bakesbangpol, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta aparat TNI dan Polri.

Dari total 155 peserta yang mengikuti wawancara, hanya 73 pelajar terbaik yang nantinya akan dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai calon anggota Paskibraka tingkat Kabupaten tahun 2025. Dan dipilih 6 siswa terbaik ke Provinsi.

Sementara itu, tiga putra dan tiga putri terbaik akan melaju ke tingkat Provinsi Sulsel, mewakili Kabupaten Luwu Utara.

Artinya, 76 peserta harus menerima kenyataan bahwa langkah mereka terhenti di tahap wawancara ini. Keputusan ini berdasarkan hasil penilaian tim penguji yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari komitmen pribadi, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan mental dan fisik.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Luwu Utara Abdul Hakim Bukara, SH, MH menyampaikan pada media ini, Minggu 27/4/2025 sore bahwa, komitmen peserta menjadi perhatian utama. Pihaknya menekankan pentingnya keseriusan dalam mengikuti rangkaian pelatihan yang cukup intensif menjelang HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun.

“Kalau memang serius ingin jadi Paskibraka, peserta harus siap menomorsatukan tugas ini. Termasuk bila harus absen dari kegiatan lainnya atau agenda lain yang bisa mengganggu latihan,” ujar Hakim Bukara, yang sebelumnya Kadis Perhubungan.

Lebih lanjut, peserta yang dinyatakan lolos wawancara wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk kesiapan dan tanggung jawab penuh untuk mengikuti seluruh proses pelatihan. Dalam surat itu, peserta juga berkomitmen tidak mengundurkan diri di tengah jalan.

Paskibraka bukan sekadar baris-berbaris. Proses seleksi ini menjadi tahap awal dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme tinggi dan mampu memikul tanggung jawab besar sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih pada momen sakral 17 Agustus nanti.

Selain menjadi kebanggaan tersendiri, terpilih sebagai anggota Paskibraka juga menjadi momen penting dalam perjalanan hidup para pelajar. Ini pengalaman yang bisa membentuk karakter mereka ke depan,” ungkapnya.

Pihak penyelenggara berharap, proses seleksi yang ketat ini akan melahirkan sosok-sosok muda inspiratif yang siap menjadi panutan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dukungan dari orang tua dan sekolah juga menjadi kunci keberhasilan dalam setiap tahapan.

Mewakili ratusan pelajar se-Kabupaten Luwu Utara yang mendaftar sejak awal, 155 pelajar ini telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Mulai dari tahap administrasi, uji kemampuan fisik, kedisiplinan, hingga wawancara. Seleksi ini menjadi cerminan dari kualitas generasi muda Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Luwu Utara yang hari ini 27 April 2025 peringati Hari Jadi ke 26, yang siap melangkah ke level yang lebih tinggi.

“Dengan seleksi ketat dan antusiasme peserta yang luar biasa. Kami yakin Kabupaten Luwu Utara bisa mencetak duta muda terbaik untuk mengemban tugas negara,” jelas Hakim Bukara dengan penuh optimisme.

Bagi peserta yang belum berhasil lolos, proses ini bukan akhir dari segalanya. Justru ini menjadi momen evaluasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuan kalian. Karena semangat kebangsaan dan kedisiplinan sejatinya bisa ditunjukkan di banyak tempat, tidak hanya lewat seragam Paskibraka.

*** Megasari/Yustus

Komentar