LEPONGANNEW, LUWU UTARA – Guna mempertahankan status zona hijau, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan melakukan berbagai upaya untuk memutus sebaran Virus Corona. Selain menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Satgas Covid-19 Kecamatan Sabbang menggencarkan tracing dan testing dimasyarakat.
Dari upaya yang dilakukan oleh unsur tenaga kesehatan Puskesmas pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri, hasilnya wilayah Kecamatan Sabbang masuk ke dalam zona hijau Corona Virus. Sampai tanggal 13 Seprember 2021 lalu, di wilayah UPT Puskesmas Kecamatan Sabbang ini tidak ditemukan satu pun warga terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona.
“Kami terus menggencarkan rapid test antigen testing dan tracing. Selama sembilan hari terakhir ini, tidak ada laporan dari Satgas Covid-19 Kecamatan dan Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang (Luwu Utara, red), adanya temuan kasus baru Virus Corona di wilayah Kecamatan Sabbang,” kata Camat Sitti Kidar, S.Sos, Rabu 22 September 2021.
Kegiatan rapid test antigen, ujar dia, merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sasarannya adalah masyarakat di desa dan kelurahan.
“Kami memberikan perhatian khusus kepada warga yang berada di wilayah Kecamatan Sabbang ini, baik yang berasal dari luar wilayah dan kami harapkan masyarakat dan pelajqt untuk tetap patuh protokol kesehatan dengan 5 M,” tutur Siiti Kidar Camat Sabbang.
Pada rapid test itu, Puskesmas Sabbang diterjunkan tim di desa-desa/-kelurahan yang ada laporan warganya terpapar.
Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Sabbang Jamaluddin, S.Kep, Ns juga menyampaikan bahwa, rapid test tersebut sebagai bentuk antisipasi dini terhadap penyebaran Corona Virus. Dia mengharapkan rapid test antigen dapat mempertahankan status zona hijau di wilayah UPT Puskesmas Keamatan Sabbang.
Jamaluddin S.Kep, Ns mengatakan, status zona hijau sangat melegakan. Namun demikian, kata dia, warga dihimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Warga harus tetap memamakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan ketika beraktivitas di ruang publik. (megasari)






Komentar