Lepongan News, Rantepao.-
Komite Nasinonal Pemuda Indonesia (KNPI) Toraja Utara angkat Bicara, terkait penangkapan bandar Narkoba dan penahanan dua anggota Polres Toraja Utara atas dugaan adanya aliran dana ke pihak penegak hukum. KNPI Toraja Utara mendukung proses hukum ditegakkan tanpa pilih kasih karena Narkoba sangat mengancam masa depan generasi muda Toraja.
Ketua KNPI Toraja Utara Paulus Pongdatu Rabu, (24/2/2026) lewat siaran persnya menyampaikan, bahwa Narkoba di Toraja sudah sangat memprihatinkan, dan meminta penegak hukum segera bertindak menangkap para pelaku bandar, kurir, pemakai tanpa pilih kasih dalam pemberantasan Narkoba di Toraja.
Kata Paulus, dugaan adanya keterlibatan penegak hukum dua oknum Polisi menerima aliran setoran uang sebesar Rp 13 juta per minggu dari bandar Narkoba di Polres Toraja Utara sangat disayangkan.
Harap Paulus, Polda Sulsel agar bekerja transfaran dan proses hukum ditegakkan, jika perlu Polda Sulsel turun langsun mendampingi BNN Toraja untuk melakukan pemeriksaan kepada semua anggota Polisi di Toraja Utara.
“Saya harapkan kasus narkoba yang melibatkan dua anggota polisi agar menjadi perhatian oleh petinggi Polri, pemerintah dan instansi lainya dan Minta Polda Sulsel dan BNN lakukan pemeriksaan”, harapnya.
Ia juga menyayangkan Polres Toraja Utara belum juga melakukan test urine secara keseluruhan. Pada hal perintah dan arahan tes Urine itu dikeluarkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto dan Kapolri yang mengikat dan tegas untuk di ikuti semua jajaran Polri.
KNPI Toraja mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba di daerah dan siap menjadi mitra strategis aparat, tutup Paulus. (her)..







Komentar