oleh

Acara Rambu Tuka’ Mangrara Banua ( Merok) Di Tongkonan Pa’buntuan Sugi’ Baliu’ Matallo Tadongkon Kesu’

-News-1,325 views
Terlihat saat Toparemge Ny. AS Tikupasang Marampa Saat mengukuhkan Arya Mahendra Sinulingga sebagai anak tongkonan

Lepongan News– Toraja Utara-Tradisi Mangrara Banua di Toraja, atau syukuran Rumah Tongkonan-ratusan babi dipotong
Sebagai syukuran dan dagingnya dibagikan pada masyarakat sesuai adat istiadat masyarakat Toraja.
Tradisi Mangrara Banua merupakan budaya masyarakat suku Toraja, Sulsel yang masih terus berjalan sampai saat ini.

Terlihat suasana kemeriahan saat upacara Mangrara Bunua berlangsung

Tradisi Mangrara Banua adalah satu di antara banyaknya budaya masyarakat suku Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Upacara adat ini masih sangat kental dilestarikan hingga sekarang.
Mangrara Banua adalah upacara syukuran kebiasaan masyarakat Toraja setelah menyelesaikan pembuatan rumah adat Toraja (Tongkonan). Dalam acara ini biasanya digelar oleh satu rumpun dalam silsilah keluarga yang digelar dengan meriah.

Terlihat daging babi yang sudah disusun dengan rapih siap dibagikan pada Tongkonan yang ada ditadongkon Kc. Kesu’ dan sekitarnya

Seperti halnya di Tongkonan Baliu’ Matallo salah satu Tongkonan Pa’buntuan Sugi’ di Tadongkon Kecamatan Kesu’ Toraja Utara melaksanakan syukuran rumah ( mangrara banua)  kepada Tuhan atas terbangunnya rumah tongkonan, kata salah seorang tokoh adat Toraja atau Toparenge’ di Tongkonan Baliu’ Ny. AS Tikupasang Marampa pada media ini jumat (13/5/2022).

Usai mengikuti upacara adat Mangrara Banua di Tongkonan Baliu”! kedua anak perempuan Toparenge’ A.S Tikupasang Marampa, berkesempatan berpose bersama drg. Wiilsa Meiita Marampa dan Jelsi Natalia Marampa SKM, MKKK didampingi suami
Kanan DR. Cornelius Rantelangi dan Drs. Jhon Bari.M.Si

Dalam upacara syukuran Tongkonan di Tongkonan Baliu’ saat itu ada hal yang sangat istimewa dimana turut hadir Bpk Arya  Mahendra Sinulingga Staf khusus Kementerian BUMN, dan sekaligus saat itu juga dengan penghargaan sacara ada”  beliau diangkat menjadi anak Tongkonan dengan di kukuhkan secara adat dan diberi nama Ta’dung Bua’ Langi’.

Usai dikukuhkan sebagai anak Tongkonan Baliu’  Arya  Mahendra Sinulingga memberi sambutan singkat, nama saya sekarang Ta’dung, kalau ada hal menyangkut adat dalam keluarga besar Tongkonan Baliu’ jangan segan beritahu saya apa itu acara kawinan atau acara kematian beritahu saya, saya pasti datang kalau saya tahu ucapnya.

Walau diguyur hujan deras, acara mangrara banua di Baliu’ tetap berlangsung dengan sangat meriah. Ratusan korban hewan (babi) dipotong dan hewan tersebut adalah sumbangan dari setiap keluarga yang ada ikatan keluarga di tongkonan Baliu’.

Babi yang sudah di potong tersebut dagingnya akan dibagikan pada masyarakat sesuai tatanan adat yang berlaku ditadongkon ucap drg. Wilsa Marampa salah satu anak dari Toparenge’ di tongkonan Baliu’ pada media ini. (*)

Simak videonya:

Komentar