LEPONGANNEWS, LUWU UTARA – Pendidikan di Sekolah Dasar merupakan tahap yang sangat penting untuk meletakkan pondasi dasar-dasar pendidikan yang baik, dalam rangka pengembangan pendidikan pada tahap yang lebih tinggi.

Untuk itu, penanaman disiplin kepada anak didik pada tingkat pendidikan dasar sangat diperlukan diterapkan sejak awal. Dengan demikian akan menjadi dasar yang baik untuk sistem pendidikan karaker anak, dan terciptanya sistem pendidikan yang baik.

Ahmad Bahri, S.Pd Kepala UPT SD Negeri 012 Buntu Torpedo yang berlokasi di Desa Terpedo Jaya Kecamatan Sabbang Selatan, Luwu Utara Sulawesi Selatan pada media ini, Rabu 27 April 2022 menegaskan bahwa, sebelum dapat menerapkan disiplin kepada kepada anak murid, tentu sangat penting sikap disiplin itu dapat dari sikap seorang
guru dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari di sekolah.
Untuk itu, sebagai Kepala UPT Sekolah, dirinya harus menerapkan disiplin itu dapat diteladani dari sikap seorang guru dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari di sekolah.
Harus dilakukan demi kepentingan sekolah yang dipimpinnya, supaya guru tidak lagi terbiasa melalaikan tugasnya.” Saya harus disiplin dalam tugas. Kalau tidak, guru-guru akan berbuat seenaknya,” sebut Ahmad Bahri yang juga Ketua PGRI Kecamatan Sabbang Selatan.
Menurutnya, apa yang dilakukannya, demi kepentingan bersama, khususnya untuk kemajuan sekolah. Menerapkan disiplin bukan berarti sikap diktator, tapi ingin memacu kemajuan pendidikan.” Saya tidak pernah ingin menghambat kemajuan teman-teman guru, bahkan selalu membuka peluang atau kans dan mendorong mereka untuk maju dengan selalu memperkaya wawasan, hanya saja memang perlu ditegakkan sikap disiplin dalam bekerja,” tegasnya.
Namun harus diakui, kata Ahmad panggilan akrabnya, kalau kita ingin maju selalu saja ada tantangan yang menghadang, tapi ada satu keyakinan bahwa, dengan sikap konsisten pasti semua halangan itu dapat diatasi dan dilalui.
Sedang untuk menunjang program sekolah, pihaknya selalu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua murid, pengurus Komite sekolah serta kepala pemerintah desa, agar selaluterjadi saling pengertian untuk kemajuan pendidikan anak.
Selama ini diakuinya, tidak pernah terjadi komplen dari orang tua siswa. Bahkan yang terjadi adalah dukungan dan inisiatif yang dilakukan oleh orang tua siswa.(yustus)







Komentar