Lepongannews.com, SULSEL – Bupati Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Abdullah Rahim, berkesempatan melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4/2026) kemarin.
Pertemuan ini difokuskan pada upaya akselerasi sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten yang berjuluk Bumi La Maranginang untuk menopang dan mendukung ketahanan pangan nasional Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Andi Rahim menyampaikan gambaran potensi lahan di wilayahnya yang masih sangat luas untuk pengembangan beberapa komoditas unggulan Lutra yakni, padi, kelapa sawit, kakao, kopi, dan durian.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui kementerian pertanian sangat krusial untuk memaksimalkan produktivitas beberapa komoditas unggulan tersebut, yang dinilai berdampak positif pada kesejahteraan petani lokal yang ada di Lutra,” sebutnya pada media ini, Kamis 16 April 2026.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Bupati yakni, usulan mengenai tambahan program cetak sawah baru. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) serta memperluas area produksi padi di Lutra.
“Pada kesempatan audiensi tersebut, kami diberi kesempatan menyampaikan apa-apa saja yang jadi usulan daerah. Alhamdulillah, kami menyampaikan beberapa poin penting terkait cetak sawah dan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan),” ungkap Bupati usai pertemuan.
Tak hanya itu, beberapa komoditas primadona lainnya, sebut saja kopi, kakao, dan durian, juga menjadi usulan Bupati. Mengingat komoditi ini termasuk komoditi yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan di Bumi La Maranginang.
“Kami berharap dukungan penuh Bapak Menteri Pertanian terkait perluasan lahan sawah, serta penambahan bantuan alat dan mesin pertanian untuk mendukung modernisasi pertanian agar kerja petani dapat lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia berharap, usulan-usulan tersebut dapat menjadi prioritas utama kementerian pertanian untuk diberikan kepada Kabupaten Luwu Utara. “Semoga usulan-usulan ini bisa menjadi prioritas di Kementan,” harapnya lagi.
Untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitasnya, Bupati juga tak lupa mengusulkan
kebutuhan irigasi. Mengingat keberadaan irigasi sangat krusial untuk menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah ketidakpastian cuaca.
“Tadi, kita juga mengharapkan agar kebutuhan untuk irigasi, termasuk perpipaan untuk sawah-sawah yang ada di daerah-daerah tadah hujan,” terangnya.
“Insya Allah, kita berusaha agar pertanian kita dapat terus tumbuh di Luwu Utara serta menjadi penyokong bagi pertumbuhan ekonomi dan juga kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Usulan Bupati ini tidak bertepuk sebelah tangan. Menteri Pertanian menyambut baik usulan itu, dengan menegaskan komitmennya membantu daerah-daerah yang memiliki tekad dan semangat dalam memajukan sektor pertaniannya.
Melalui audiensi ini pula, Pemda Luwu Utara berharap sinergi antara pusat dan daerah makin solid, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan Luwu Utara menjadi pilar penyangga pangan di Provinsi Sulawesi Selatan.
***Benny/Yustus











Komentar