oleh

Kantor KPU Diserbu para Demonstran, Polisi Atraksi Simulasi

-News-30 views

Lepongannews.com-Luwu Raya – Aksi protes keras mewarnai hasil proses pemungutan suara di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejumlah massa yang tidak terima dengan hasil pemungutan suara dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, melakukan demonstrasi di depan kantor KPU Luwu Utara.

ni

Situasi yang semakin memanas, mengakibatkan aksi dorong yang dilakukan massa bersama kepolisian. Bahkan suasana di sekitar kantor KPU Lutra sempat mencekam, lantaran keributan yang sudah tak terhindarkan. Bentrokan antara massa demostran dengan polisi sempat mewarnai aksi proses keras tersebut.

Suasana diatas menggambarkan atraksi simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pemilu dan Pilkada yang dilaksanakan Polres Luwu Utara. Simulasi pengamanan itu merupakan rangkaian jelang Pemilu 2024, Senin (16/10/2023) kemarin.

Ada beberapa skenario yang ditampilkan dalam simulasi tersebut. Mulai dari pengamanan masa pendaftaran para calon, masa kampanye, masa tenang, masa saat pemungutan suara hingga pasangan calon terpilih.

Selain mengamankan aksi demontrasi massa pendukung yang melakukan protes terhadap KPU, skenario juga menampilkan adanya pembebasan pasangan calon terpilih yang disandera oleh anggota pasangan calon yang kalah.

“Simulasi itu bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan kita dalam proses pemilu dan pilkada nanti. Artinya seluruh personel harus siap di segala kemungkinan hal-hal yang akan terjadi,” sebut Kapolres Luwu Utara AKBP Galih Indragiri.

Selain kepolisian, proses pengamanan Pilkada dan Pemilu juga melibatkan satuan lain. Seperti diantaranya TNI, Dinas Perhubungan hingga Satpol PP. Kendaraan taktis puluhan personel Brimob dengan peralatan lengkap juga tidak luput dalam aksi simulasi yang mengundang decak kagum hadirin dan masyarakat yang menyaksikan.

“Pengamanan gabungan ini merupakan bagian sinergitas kita yang sudah dibangun. Seluruh aparat gabungan ini sudah siap melakukan pengamanan pemilu nanti,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, sistem pengamanan dan terkoordinir dalam pesta demokrasi di Luwu Utara nanti sangat penting.

Sehingga TNI/Polri beserta aparat keamanan lainnya menaruh perhatian penting akan situasi nantinya. Terutama dalam mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas yang dapat mengganggu kondusifitas.

“Kami (Polres Lutra) sebagai penanggungjawab kamtibmas akan siap menjaga hingga mengawal seluruh rangkaian pemilu nanti. Kita akan pastikan, situasi kamtibmas akan tetap aman dan kondusif,” harapnya.

Terkait operasi khusus dalam pemilu nanti, Kapolres mengungkapkan akan tetap disesuaikan dengan Polda Makassar dan Mabes Polri. Kemungkinan besar akan operasi terpusat yang tentunya langkah pengamanan lebih mengedepankan preemtif dan preventif hingga penegakan hukum.

“Pasti ada operasi dari Polda atau Mabes Polri nanti. Nanti akan turun mulai dari tingkat Polda hingga ke Polres. Masing-masing satuan nanti, akan menurunkan 2/3 personel dengan bantuan aparat keamanan lainnya,” jelasnya.

Pewarta: Yustus

Komentar