tags: Deutsche-Indonesische Gesselschaft, DIG, DIG Cologne, Eddy Pratomo, Forum Persahabatan Jerman–Indonesia Cologne, Georg Quander, Karl Mertes, Lumbung Beras Toraja, Museum Etnologi, Museum Rautenstrauch-Joest
Lepongan Bulan,News– Museum Rautenstrauch-Joest adalah satu-satunya museum etnologi di negara bagian Northrhein Westfallen yang mempunyai ribuan koleksi dari beberapa suku di Indonesia.
Salah satu yang menjadi objek unggulan dari Museum Etnologi ini adalah Lumbung Beras dari Sulawesi yang dipajang pada ruang masuk utama Museum. Lumbung Beras ini mempunyai panjang 11 meter, lebar 5 meter dan tinggi 7,5 meter yang berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
Lumbung beras ini telah dibongkar, dikemas, dan kemudian dikirim dari Toraja, Sulawesi Selatan ke kota Cologne, Jerman untuk kemudian dibangun kembali di dalam museum, dan semuanya tanpa menggunakan paku khusus. Lumbung Beras tersebut merupakan koleksi terbesar museum dan tidak dapat ditemukan pada museum manapun di dunia.
Untuk itu, Museum Rautenstrauch-Joest dipilih menjadi tempat acara peringatan ulang tahun Forum Persahabatan Jerman–IndonesiaCologne (Deutsche-Indonesische Gesselschaft/DIG) pada 20 November 2010.
Menurut Ketua DIG Cologne, Mr. Karl Mertes, sejak DIG pertama berdiri di Cologne sampai saat ini telah ada 15 perkumpulan DIG lainnya di seluruh Jerman.
Salah satunya adalah DIG Leipzig yang baru berdiri pada tahun 2010 dan merupakan yang pertama kalinya di negara Jerman bagian Timur.
Dalam sambutannya, Mr. Mertes juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada KBRI Berlin atas dukungan-dukungan yang telah diberikan selama ini kepada DIG Cologne.
Duta Besar RI, Eddy Pratomo yang hadir pada acara tersebut menyampaikan kegembiraannya akan adanya perkumpulan DIG tersebut yang merupakan perkumpulan yang pertama kalinya didirikan di Jerman bahkan sebelum berdirinya KBRI di Bonn.
Duta Besar juga menyampaikan apresiasi atas berbagai kegiatan DIG Cologne yang sangat aktif dalam rangka meningkatkan hubungan antara Jerman dan Indonesia dan berharap agar aktivitas-aktivitas tersebut terus dilanjutkan.
Lebih lanjut Dubes Pratomo juga menyebutkan bahwa KBRI Berlin akan selalu mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh DIG Cologne dan juga DIG-DIG lainnya yang ada di seluruh Jerman.
Sementara itu Ketua Departemen Budaya Kota Cologne, Profesor Georg Quander menyampaikan antara lain bagaimana peran dari kota Cologne pada pendirian forum persahabatan DIG dari mulai berdirinya sampai saat ini dan juga menyampaikan apresiasinya terhadap perkumpulan yang sudah cukup lama berlangsung dan masih aktif sampai saat ini.
Misi dari Forum Persahabatan Jerman–Indonesia (Deutsche-Indonesische Gesselschaft atau DIG) Cologne yang tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-60 ini adalah untuk memajukan hubungan bilateral, menjembatani persahabatan antara Jerman dan Indonesia, antara Eropa dan Asia, antara rakyat Indonesia dan Jerman.
Acara perayaan ulang tahun DIG itu dilanjutkan dengan menyaksikan tarian dari Sulawesi yang diperagakan didepan lumbungberas dan mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang sebagian merupakan anggota DIG Cologne serta masyarakat Indonesia yang ada disekitar kota Cologne. Acara ditutup dengan sajian berbagai makanan kecil khas Indonesia.
Sumber: Deplu (KBRI Berlin)
Komentar