Lepongannews, Luwu Utara – Perayaan Ekaristi merupakan puncak misa (peribadatan) umat Katolik seluruh dunia. Karena pada Perayaan misa Ekaristi, Kristus diimani memberikan tubuh dan darah untuk keselamatan umat manusia, terlebih umat manusia yang percaya padaNya sebagai Tuhan dan sang Penyelamat.

Dalam dogma Gereja Katolik, sebagai sarana menuju persatuan yang erat dalam keluarga Allah, selain Sakramen Baptisan, Sakramen Ekaristi pun mendapat Legitimasi Iman untuk semakin menyatukan diri, dimana Kristus yang diimani sebagai Putera Allah yang menderita, wafat dan bangkit, benar-benar menyatu dalam diri melalui perayaan Ekaristi, suatu perayaan puncak misa/peribadatan umat Katolik.
“Inilah TubuhKu, Inilah DarahKu yang menjadi santapan umat. Kenangkan Aku pada setiap Merayakan peristiwa ini,” ungkap Pastor Hubertus Berry, MSC pada perayaan Misa Natal wilayah II di Stasi Santa Clara Mangkallang, Paroki Sitti Maryam Saluampak di Desa Lembang-Lembang Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022).
Pastor Hubertus Berry menambahkan bahwa, peristiwa penerimaan komuni pertama bagi 83 anak ini dari Gereja Katolik Stasi Santa Clara Mangkallang, Stasi Tete Uri, Stasi Santo Paulus Rante Bone, Stasi Tondok Tanga, Stasi Santo Antonius Pangalli, Stasi To’ Bau dan Stasi Lara III, merupakan peristiwa iman yang luar biasa.
“Karena peristiwa menerima tubuh dan darah melalui Perjamuan Ekaristi, menjadi puncak keselamatan Iman bagi umat manusia yang percaya pada Yesus Kristus sebagai Putra Allah yang turun dalam kehidupan umat manusia. Ekaristi sangat penting, karena kita menyantap tubuh Tuhan dan minum darah Tuhan dalam bentuk Hosti Kudus dan Anggur Suci,” jelas Pastor Berry.
Melalui peristiwa ini, orang tua pun diajak kembali merefleksikan pusat kekuatan iman Katolik, persatuan dalam Kristus yakni, melalui Perayaan Ekaristi. “Kekuatan dan kekayaan serta kebanggaan iman ada dalam ekaristi, dimana dirayakan kehadiran Kristus menuju akhir zaman, sekaligus menjadi panggilan bagi umat Katolik. Gereja Katolik tanpa Ekaristi adalah mustahil. Orang tua punya tanggung jawab mendampingi buah hati dalam iman akan Kristus,” ucapnya.
Misa Natal wilayah II pada perayaan ekaristi untuk komuni pertama bagi 83 anak Katolik, didampingi orang tua masing-masing anak. Memasuki puncak, ke 83 anak yang didampingi orang tua maju secara teratur untuk mengikuti ritus menyambut dan menyantap hosti yang diimani adalah Kristus melalui konsekrasi yang dibagi Imam (Pastor dan Frater). Ritus penerimaan Komuni Pertama disaksikan orang tua anak-anak dan ratusan umat Katolik di Gereja Katolik Stasi Santa Clara Mangkallang. (Megasari/Yus)







Komentar