Lepongannews.com-Toraja Utama-Generasi Muda Toraja semakin memperlihatkan kepeduliannya terhadap pembangunan di daerah, utamanya kontrol sosial. satu hal yang menarik perhatian masyarakat, yakni demo soal penggunaan gedung bekas kantor DPRD Toraja Utara pada Kamis 13/4/2023 lalu yang dilakukan KNPI Toraja Utara menuai banyak kecaman dari Tokoh pemerhati Toraja Takterkecuali sang pengacara Pither Pondabarani.
Menurutnya, demo yang berujung pembakaran aset pemda berupa kursi dan meja disertai dengan kerusuhan dengan aparat, adalah hal yang tidak layak dilakukan oleh sebuah organisasi besar seperti KNPI, KNPI adalah salah satu organisasi kepemudaan yang akan terus maju disamping pemerintah untuk ikut serta memberi masukan dalam pembangunan daerah dimana KNPI itu berada, bukan malah buat kerusuhan! Ucap Pither.
Tak pelak Alumni PMKRI pun angkat bicara, ketika dimintai pendapatnya, via telpon Pither Ponda mengatakan ” setahu saya saat penyerahan Aset Eks Kantor DPRD itu milik pemda Tana Toraja yang diserahterimakan kepada Pemda Toraja Utara.
Saat saya menjadi staf khusus Bupati Tana Toraja, saya pernah ditugaskan melacak aset pemda Tana Toraja yang ada diluar Tana Toraja, demikian juga pernah mendapat penugasan dari Bupati Toraja Utara terkait aset pemda. Urai Pither.
kalau soal demo yang dilakukan oleh KNPI itu wajar saja, karena disitu pernah menjadi gedung pemuda sebelum jadi kantor DPRD TORAJA UTARA. Cuman saja perubahan perubahan sudah terjadi, demikian pun regulasi juga sudah berubah, sehingga penggunaan aset daerah harus bisa maksimal untuk pelayanana publik.
Pemerintah juga harus adil pelayanannya terhadap organisasi kepemudaan. Pengaturan tentang ormas juga semakin jelas.
Pemda harus memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat, walaupun perhatian kepada pembinaan generasi bangsa juga merupakan kewajiban.
Komunikasi dua arah harus bisa terbangun dengan baik. OKP harus mendapatkan pelayanan pemda secara berimbang ke masing masing OKP. Kunci Pither Ponda. (*)
Komentar