Lepongan News, Rantepao.–Komitmen nyata terhadap kesiap siagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Dalam sebuah langkah kolaboratif, Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginisiasi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) tahun 2025.
Kegiatan digelar mulai hari ini dan rencana didua tempat yang berbeda, yakni Kelurahan Tallang Sura’ pada 19–21 Juni 2025 dan Lembang Parandangan pada 23–25 Juni 2025, Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari partisipasi Penggerak PKK dan BPBD dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat komunitas, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dirancang inklusif, mengajak partisipasi dari seluruh unsur masyarakat—termasuk tokoh adat dan agama, pemuda, anak, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, petani, relawan keagamaan, kelompok usaha lokal, dan media.
Pendekatan ini memastikan bahwa semua suara terdengar dan semua kebutuhan terakomodasi dalam perencanaan dan tindakan pengurangan risiko bencana.
Pembentukan Destana tidak hanya berfokus pada respons terhadap bencana, tetapi juga membangun kesadaran, memperkuat kapasitas lokal, dan menumbuhkan semangat gotongroyong sebagai kekuatan utama masyarakat.
Dampaknya sangat signifikan—masyarakat menjadi lebih tangguh, risiko korban jiwa dan kerugian harta benda dapat ditekan, serta tercipta jaringan solidaritas sosial yang kuat antar warga.
Bupati Toraja Utara, Frederik V. Palimbong, dalam undangan resminya menggaris bawahi pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pembentukan Destana sebagai upaya kolektif dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi perempuan, Toraja Utara terus meneguhkan komitmennya menjadi wilayah yang siap, siaga, dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan. (hta).











Komentar