oleh

Tanamkan Cinta Lingkungan Melalui Sains Terapan, CUSS TP Saluampak Laksanakan Pelatihan Pembuatan Sabun Organik

-News-20 views

Lepongannews.com, LUWU RAYA – Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) Tempat Pelayanan (TP) Saluampak bertempat di Desa Terpedo Jaya, Rambakulu di Aula Kantor, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan Pendidikan dan Latihan (Diklat) pembuatan sabun eco enzim dari sampah organik (kulit buah-buahan).

Anthon Julianus Staf Diklat CUSS TP Saluampak mengatakan bahwa, kita mengadakan pelatihan keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi kesejahteraan anggota CUSS dan masyarakat,” sebutnya pada media ini, Sabtu 18 April 2026 usai diklat.

Fasilitator diklat pembuatan sabun organik ini, Ali Mashar yang juga aktifis (Sangayoka) menjelaskan bahwa, tujuan dari kegiatan ini yakni memberikan fasilitas akses pasar baik langsung maupun tidak langsung kepada seluruh anggota CUSS sehingga dapat meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat atau anggota.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan peran serta anggota CUSS dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga serta membuka wawasan dan pengetahuan bagi peserta diklat terhadap pentingnya memiliki produk yang bersaing di pasar, namun tidak lupa pula menerapkan unsur ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurut Ali Mashar di dampingi Anthon bahwa, pelatihan pembuatan sabun organik yang dilakukan hari ini yakni, sabun organik berbentuk cair.

“Para anggota CUSS yang ikut diklat ini mayoritas dari Kecamatan Sabbang Selatan dan dua orang dari Kecamatan Sabbang. Harapan kita tentunya dengan diadakannya pelatihan ini dapat memberikan keterampilan bagi anggota terutama ibu-ibu dan meningkatkan penambahan penghasilan bagi peningkatan kesejahteraan warga masyarakat,” terangnya.

Pelatihan ini diikuti disabilitas Superdi dari Desa Bakka dalam memperoleh keterampilan baru yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari dan isterinya juga ikut, yang juga bisa membantu mengurangi jumlah sampah organik yang ada dilingkungan mereka.

” Dengan pelatihan ini, saya dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya pada media ini.

Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kwpada para peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dan pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan proses pembuatan sabun organik yang ramah lingkungan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan potensimlokal sejak dini.

Untuk diketahui bahwa, masalah pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga, terutama dari sabun komersial berbahan kimia sintetis, menjadi tantangan nyata yang sering kali luput dari perhatian.

Penggunaan sabun komersial secara masif telah menyumbang residu kimia seperti sodium lauryl sulfate, triclosan dan pewarna buatan ke dalam aliran air limbah rumah tangga.

***Benny/Yustus

Komentar