Lepongannews.com, LUWU RAYA – Untuk membekali anggota Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) Tempat Pelayanan (TP) Saluampak yang berkantor di Desa Terpedo Jaya, Rambakulu Kecamatan Sabbang Selatan, Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Aktivis (Sangayoka), Antonius Pasombo di Tokatimbang, Desa Mari-Mari Kecamatan Sabbang Selatan, Selasa 21 April 2026.
Berbicara tentang keuangan, banyak yang tidak mengerti manajemen keuangan, terlilit hutang tanpa tujuan yang jelas, tujuan mewah, banyak orang yang meminjam online tidak memiliki jaminan tentang informasi pribadi, karena informasi pribadi dapat ditukar untuk menghasilkan cuan, dan pada akhirnya si peminjam mengalami kerugian.
Hal tersebut di utarakan fasilitator di hari kedua, Paulus Palino yang juga Komite CUSS TP Saluampak bahwa, pendidikan latihan (diklat) cerdas kelolah keuangan atau financial literacy bagi anggotanya dan memberikan gambaran seputar keuangan.
Paulus Palino, narasumber menjelaskan tentang tingkat literasi keuangan atau cerdas kelolah keuangan yang bijak bagi yang belum berkeluarga dan yang sudah berkeluarga.
Pendidikan Cerdas Kelola Keuangan dan perencanaan keuangan jangka panjang untuk anggota diajarkan merencanakan kebutuhan masa depan seperti dana pendidikan, dana pensiun dan investasi, sehingga tujuan keuangan tercapai.
“Pendidikan kecakapan keuangan memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban anggota untuk memanfaatkan produk simpanan dan pinjaman CUSS serta bagaimana memvantu memperbaiki k6alitas h8dup anggota,” sebut Paulus Palino.
Ada lima tingkat literasi keuangan yakni, need, wants, debts, saving, investment. Manajemen keuangan yang cerdas adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang untuk mencapai kesejahteraan finansial jangka panjang. Dalam mengelola keuangan bisa melakukan simpanan produk CUSS.
Paulus Palino juga mengatakan bahwa,” untuk bergabung menjadi anggota di CUSS tidak melihat pangkat, orang kaya, namun kriteria khusus lah yang dibutuhkan yakni, mau menabung yang sebenarnya dan untuk memberdayakam ekonomi anggota,” paparnya.
Nah, ini simpanan atau tabungan anggota yakni, ada Simpanan Pokok dan simpanan wajib, ada simpanan MANA’ yang merupakan simpanan anggota yang bertujuan untuk membangun simpanan hari tua demi kesejahteraan anggota dan warisan bagi anggota keluarga.
Simpanan BANNE, merupakan simpanan anggota yang bertujuan untuk membangun modal usaha produktif atau modal kerja demi kesejahteraan masa depan.
Simpanan MATANGKIN merupakan simpanan darurat untuk membantu anggota menyiapkan dana mengantisipasi kondisi ekonomi rumah tangga pada masa-masa sulit yakni, pemutusan hubungan kerja, sakit keras, anggota keluarga meninggal, gagal panen atau usaha dan kena musibah atau bencana.
Simpanan PASALLO’ merupakan simpanan harian untuk membantu anggota menyimpan dan menarik dana harian untuk kebutuhan sehari hari bagi anggota serta transaksi secara elektronik via Mobile ESCETE SUPERAPP.
Simpanan MATANTU PATUNNA merupakan simpanan yang bertujuan membantu anggota untuk mempersiapkan dana kepemilikan tanah, rumah, mobil dan motor.
Simpanan PASSAKKE merupakan simpanan untuk membantu anggota mempersiapkan dana untuk kegiatan Hari Raya Besar Keagamaan seperti, Natal, Paskah, Idul Fitri, Imlek, Waisak, Galungan, acara syukuran, acara adat dan kegiatan wisata/tour rohani.
Simpana SEPU’ merupakan simpanan untuk menampung balas jasa pinjaman dan simpanan. Dan untuk anak-anak yang menjadi anggota luar biasa ada tabungannya bernama RANNUAN dan PANTA’NAKAN.
Simpanan RANNUAN merupakan simpanan masa depan bagi anak-anak sebagai anggota luar biasa, sedang simpanan PANTA’NAKAN merupakan simpanan untuk kebutuhan pendidikan bagi anggota luar biasa yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa.
“Di masa yang semakin kompleks ini, memahami cara mengelola pendapatan, mengelola pengeluaran, dan merencanakan masa depan finansial menjadi kunci untuk mencapai kebebasan finansial dan mengurangi tekanan finansial. Pengelolaan keuangan yang cerdas membutuhkan kesabaran, disiplin, dan komitmen jangka panjang,” terang Paulus.
Sementara itu, Anthonius Julianus selaku staf bagian Diklat CUSS TP Saluampak menjelaskan bahwa, kegiatan ini berupaya memberikan gambaran kepada anggotanya.
” Pemberdayaan di era digital juga mencakup literasi agar anggota mampu memanfaatkan teknologi dalam bertransaksi dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
***Benny/Yustus







Komentar