oleh

Kecam Pembantaian 4 Warga Toraja di Poso, Ini Pernyataan Ketua Umum BPS Gereja Protestan Toraja

LEPONGANNEWS, TORUT – Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Protestan Toraja Pendeta Musa Salusu mengecam peristiwa pembantaian/pembunuhan yang mengenaskan terhadap 4 (empat) warga sipil, yang diduga dilakukan oleh Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 11 Mei 2021 menimbulkan reaksi beragam dari seluruh elemen bangsa.

Reaksi keras muncul dari Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Protestan Toraja. Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Musa Salusu mengecam keras aksi terorisme yang tak berperikemanusiaan.

Apalagi peristiwa itu terjadi menjelang perayaan dua hari raya besar umat Islam dan Kristen, yakni Idul Fitri 1442 hijriah dan Kenaikan Isa Almasih/Yesus ke Surga.

Dia juga menyatakan, BPS Gereja Protestan Toraja sangat berduka atas peristiwa tersebut dan mendesak kepada pihak keamanan, dalam hal ini TNI-Polri, supaya menumpas segala aksi kekerasan, pembunuhan, pembantaian dan teror yang dialami warga Poso.

“Saya menyampaikan rasa turut berdukacita yang dalam atas kematian empat warga asal Toraja yang menjadi korban pembantaian teroris di Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Para korban adalah rakyat kecil yang tidak bersalah, yang sedang mencari sesuap nasi,” terang Pendeta (Pdt) Musa Salusu pada media ini Via WhatsApp, Sabtu 15 Mei 2021.

Pdt Musa juga meminta kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri agar segera menangkap para pelaku terorisme tersebut dan dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara ini.

“Kami meminta kepada pemerintah, khususnya TNI dan Polri, supaya segera mengejar dan menangkap para pelaku terorisme sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI yang kita cintai ini,” ujarnya lebih lanjut.

Ini harus segera dilakukan, supaya masyarakat tidak cemas, takut dan khawatir akan adanya peristiwa serupa di tempat lain. Dan masyarakat dimohon agar jangan terprovokasi dengan kejadian peristiwa tersebut.

Jangan kita mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pdt Musa juga memohon kepada Presiden Joko Widodo agar bersungguh-sungguh dalam menuntaskan dan menyelesaikan masalah terorisme di Indonesia.

“Mohon dengan sangat kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo agar bersungguh-sungguh menuntaskan pemberantasan teroris di Indonesia, karena telah banyak memakan korban jiwa,” pinta Ketua Umum BPS Gereja Protestan Toraja.

Selain itu, Pendeta Musa Salusu menghimbau kepada seluruh warga Gereja Protestan Toraja untuk mendoakan keluarga korban dan para aparat keamanan, serta tidak mudah terprovokasi dengan adanya tindakan terorisme tersebut.

“Mari kita percayakan penegakan hukum kepada aparat kemamanan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada Selasa, 11 Mei 2021 pagi menjelang siang, beberapa warga sipil asal Toraja sedang melakukan kegiatan di kebun mereka yang berada di Lembah Napu, Poso. Tak berapa lama, sekelompok orang, yang diduga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) muncul. Beberapa warga yang melihat kedatangan mereka langsung melarikan diri ke kampung terdekat.

Namun naas bagi dua orang warga, yakni Marthen Solo (52) , Simson Susah atau Ne’ Uban, (62) yang tidak sempat melarikan diri. Keduanya dibantai secara sadis oleh kelompok teroris tersebut.

Selang beberapa jam kemudian, aparat kepolisian dan TNI yang mendapat laporan dari warga tentang kemunculan orang tak dikenal di Lembah Napu, langsung melakukan penelusuran dan mengevakuasi jenazah dua korban.

Tak jauh dari lokasi penemuan pertama, Tim Satgas Madago Raya menemukan lagi dua jenazah warga sipil. Kedua jenazah itu teridentifikasi bernama Paulus Papa (42) dan Lukas Lese’ (50). Keduanya juga warga sipil asal Toraja. (megasari/yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed