Lepongannews.com-, Luwu Raya – Pemilihan Legislatif (Pileg) digelar 14 Februari 2024 mendatang. Sejumlah figur politik ikut bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Salah satunya politikus Toraja dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Paulus Palino, ST.

Anggota DPRD Luwu Utara ini nyatakan sikap untuk siap bertarung kembali di daerah pemilihan (dapil) 5 Luwu Utara meliputi Kecamatan Sabbang Selatan, Sabbang, Rongkong dan Kecamatan Seko dengan nomor urut 1 (satu) di Partai Gerindra untuk periode 2024-2029 pada Pileg 14 Februari 2024 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Caleg Gerindra dapil 5 Lutra, Paulus Palino pada media ini, Sabtu 16 Desember 2023 bahwa, niat dan tekadnya bukan sekadar mengikuti kontestasi politik semata. Tapi untuk membangun dan memperjuangkan nasib rakyat terpinggirkan dipedalaman dan pegunungan terkhusus kepada umat Kristiani.
“Terkait maju Calon DPRD Luwu Utara di 2024, saya secara pribadi tekad kuat untuk bertarung dengan caleg-caleg lainnya,” sebutnya tak gentar.
Politikus dari partai besutan Prabowo Subianto itu dengan tegas menyatakan sikap untuk siap mengemban amanah rakyat jika terpilih sebagai wakil rakyat pada pemilu 2024 mendatang.
Lebih lanjut, kata Dia, selain menggunakan jaringan keluarga, kerabat serta pertemanan, dirinya tekad berjuang untuk peroleh suara terbanyak di Dapilnya.
Dikatakan, saatnya para Caleg membuka wawasan dan pola cara pikir masyarakat, bahwa kinerja lembaga legislatif tidak lain dari memperjuangkan aspirasi dari amanah yang dipercayakan.
“Soal kalah dan menang itu, memang dua kutub yang harus dipersiapkan. Jangan kita berpikir untuk menang saja. Ada kalahnya juga. Tapi kalau Tuhan masih berkehendak dengan bimbingan bunda Maryam (Maria), maka jalan terbaik pasti ada,” terang Paulus yang juga komite di Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) Tempat Pelayanan (TP) Saluampak.
Ia jelaskan, masyarakat berharap banyak kepada para wakil rakyatnya. Masyarakat menaruh harapan besar kepada calon wakil rakyat tersebut, untuk benar-benar menjadi wakilnya di DPRD yang selalu memperjuangkan aspirasi rakyatnya yang terpinggirkan.
Dan, masyarakat akan menilai bahwa menjadi seorang politisi harus memiliki kapasitas, kapabalitas dan integritas yang tinggi sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki masing-masing calon wakil rakyatnya. Sehingga, tergugah hatinya ketika ada rakyatnya mengalami kesulitan.
“Nah, kalau saya pribadi, maju itu siapkan diri secara baik. Karena ketika kita terpilih, maka rakyat adalah wakil dari kita yang siap menyuarakan aspirasi mereka,” bebernya.
Dia menyebutkan, jika ingin maju dalam kontestasi politik, seharusnya seorang politisi mampu beberapa hal, yakni gagasan, ide serta yang terpenting adalah melihat secara jelas topografi atau kondisi sosial masyarakat.
“Paling tidak itu yang dibutuhkan. Setidaknya harus tahu kondisi masyarakat itu seperti apa dan apa yang mereka butuhkan,” ungkapnya.
Paulus juga menilai bahwa, menjadi seorang Anggota DPRD bukan sekadar berpikir untuk duduk di kursi yang empuk, tapi bagaimana berpikir sebuah program yang harus dilakukan untuk rakyat.
“Jadi untuk mau jadi dewan itu siapa saja pasti bisa. Namun untuk sebuah program, itu tentunya butuh ide dan gagasan. Sehingga rakyat juga pilih kita yang benar-benar menyampaikan aspirasi mereka,” jelas Paulus.
Pewarta: Yustus











Komentar