oleh

Kerjasama Kemendikdasmen dan United Tractors Tbk Latih Siswa SMK di Toraja Untuk Sertifikat Industri 

-News-0 views

Lepongannews.com, TORAJA – Menghadapi era persaingan global yang semakin ketat, ijazah saja tidak lagi cukup. Memahami hal ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMK mengambil langkah strategis dengan menggandeng raksasa industri alat berat, PT United Tractor.

“Keduanya berkolaborasi menggelar program Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK 2026 dengan skema Basic Engine. Acara yang menjadi angin segar bagi pendidikan SMK di Sulawesi Selatan ini sukses diselenggarakan di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen Tagari Rantepao Rabu, 29 April 2026.

Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK Kemendikdasmen, Adrianus Patiung, menegaskan bahwa, program ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mencetak lulusan yang siap pakai.

Secara nasional, program ini menargetkan 100.000 murid SMK. Khusus untuk kolaborasi eksklusif bersama United Tractors tahun ini, kuota diberikan kepada 300 siswa terpilih yang tersebar di tiga pulau utama:100 Sertifikasi di Pulau Jawa100 Sertifikasi di Pulau Sulawesi, 100 Sertifikasi di Pulau Kalimantan.

“Untuk wilayah Sulawesi, seluruh kuota 100 sertifikasi difokuskan bagi talenta muda di Tana Toraja dan Toraja Utara, yang diwakili oleh empat sekolah pilihan,” ungkap Adrianus.

Ia memberikan analogi yang kuat bahwa, sertifikat kompetensi ini layaknya “paspor” bagi murid SMK. Dengan bukti formal bahwa keahlian mereka telah tervalidasi oleh standar industri (multi-skill), para lulusan akan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih dari itu, sertifikasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk menekan angka pengangguran dan mengangkat taraf hidup siswa yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendidikan bukanlah beban pemerintah semata. Perwakilan Manajemen PT United Tractors Tbk, Dimas Aryo Wicaksono, menyatakan komitmen penuh perusahaannya dalam memperkuat ekosistem vokasi di Indonesia.

“Ini adalah tahun kedua kolaborasi kami bersama Kementerian, setelah sebelumnya sukses di tahun 2025. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri; butuh dukungan nyata dari dunia industri dan masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak SMK memiliki peluang kerja yang jauh lebih besar setelah lulus,” papar Dimas.

Ia berharap sinergi ini akan terus bergulir dan meluas demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Kepala SMK Kristen Tagari Rantepao, Micha Sa’tin Pairunan, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.

Apalagi, sekolahnya menjadi pusat pelaksanaan uji kompetensi di bidang teknik alat berat.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Direktorat SMK dan PT United Tractors. Harapan kami, peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar siap menjadi tenaga profesional. Kami juga berharap program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak alumni dari Tana Toraja dan Toraja Utara yang bersertifikat industri,” sebutnya penuh harap.

Menariknya, program ini juga memicu semangat sekolah lain untuk lebih proaktif.

Kepala SMK Kristen Harapan Rantepao, Agustinus Palimbong mengungkapkan bahwa, ini adalah tahun ketiga sekolahnya terlibat dalam skema sertifikasi industri.

Sertifikasi bersama United Tractors ini merupakan bagian dari langkah besar SMK Kristen Harapan. Dari 100 peserta yang hadir (masing-masing 25 siswa dari SMK Kristen Harapan, SMK Pelangi Makale, SMKN 3 Toraja Utara, dan SMK Kristen Tagari Rantepao.

Turut hadir memberikan dukungan dalam acara bersejarah ini, Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Toraja (YPKT) Dr. Ishak Pasulu M.Si, perwakilan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, serta jajaran kepala sekolah SMK se-wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.

***Megasari/Yustus

Komentar