oleh

Perang Pemuda Antar Desa Tetangga, Dua Kios Dibakar

-News-30 views

Lepongannews.com, LUWU RAYA – Bentrok antar pemuda dua desa kembali pecah di Jalan Trans Sulawesi Desa Baramamase dan Kalibamamase, Kecamatan Walenrang, Kabupatrn Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat dini hari (24/4/2026) sekira pukul 23.30 WITA hingga pagi sekira 10.30. Insiden tersebut mengakibatkan dua unit rumah/tokoh warga hangus terbakar.

Perang kelompok membuat suasana mencekam. Warga berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Api yang membesar sempat menyulitkan tim pemadam kebakaran karena akses jalan dipenuhi massa. Setelah armada damkar masuk dengan pengawalan aparat kepolisian, api berhasil dipadamkan.

Masyarakat yang berada disekitar lokasi perang antar pemuda kedua desa tersebut menyebutkan situasi berlangsung mencekam. Selain aksi serang letusan papporo’ (senjatan rakitan), juga penggunaan panah atau busur, senjata tajam parang.

Kejadian tersebut, beberapa warga yang ikut perang mengalami luka-luka. Mulai bentrok tersebut dini hari Jalan Trans Sulawesi tak bisa dilalui kendaraan, dan pengendara memilih menghentikan perjalanan kedua arah dan memilih jalan alternatif demi keselamatan mereka.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu melalui Kepala Seksi Humas, IPTU Yakobus Rimpung mengatakan situasi bisa dikendalikan sekira pukul 10.30 WITA pagi Jumat 24 April 2026. Ia memastikan aparat bertindak tegas terhadap pelaku perang kedua desa tersebut di Kecamatan Walenrang.

Selain itu, ia menegaskan bahwa, pihak kepolisian tetqp bersiaga di lokasi bentrok guna menjags stabilutas keamanan. Kepolisian juga tengqh memikirkan strategi agar kedua kelompok bisa berdamai.

“Posko pengamanan akan disiapkan di titik-titik rawan. Permasalahan ini sebenarnya sudah hampir sebulan dari tanggal 3 April 2026, dan sudah menelan korban tewas tertembak senapan angin dan luka-luka. Dan kami berupaya mempertemukan kedua pihak untuk mencari solusi damai,” jelas IPTU Yakobus Rimpung.

Sementara itu, pihak kepolisian masih menelusuri lebih jauh aktor yang memprovokasi.

“Namanya massa, pasti ada provokator. Siapa dalangnya, dan tim sudah turun dan semua kemungkinan akan kami dalami,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, polisi menambah jumlah personel pengamanan dengan dari Brimob, Kodim, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Sekadar diketahui bahwa, ini bukan lagi kejadian pertama dan bentrok terus berulang dan masyarakat selalu menjadi korban. Harus ada evaluasi serius terhadap penanganan keamanan di dua desa tersebut di wilayah Kecamatan Walenrang.

***Benny/Yustus

Komentar