Lepongannews.com-Luwu Raya – Ibadah qurban yang dilakukan umat Islam yakni dengan penyembelihan hewan kurban pada setiap 10 Dzulhijjah. Hewan yang boleh dijadikan untuk kurban adalah unta, sapi, dan kambing atau domba.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam sambutannya di Salat Iduladha Masjid Agung Syuhada Masamba, Senin 17 Juni 2024 kemarin.
Bahwa,” Iduladha memberikan pesan kepada manusia tentang kemanusiaan yang universal, pengorbanan, keikhlasan berbagi, kepedulian terhadap perjalanan hidup manusia yang kerap mengalami cobaan dan tantangan iman,” sebut Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan.
Tapi apakah ritual ini menjadikan agama Islam tidak berbeda dengan agama-agama lainnya. Bahwa umat Muslim menjadikan hewan-hewan tersebut sebagai persembahan kepada Allah SWT.
Ibadah qurban sama halnya dengan ibadah haji, bersifat simbolik. Qurban bukanlah sebuah ritual menumpahkan darah untuk mendapatkan pertolongan Allah melalui kematian makhluk lain. Qurban bagi umat Islam adalah ungkapan terima kasih kepada Allah atas limpahan rezeki dengan cara berbagi makanan berharga kepada mereka yang tidak mampu.
” Iduladha adalah momentum tepat bagi kita yang memiliki kelapangan untuk melaksanakan qurban sebagai wujud pembuktian diri bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik kita, melainkan hanyalah titipan Allah SWT,” tambah Indah.
Lanjut Bupati Luwu Utara bahwa, Allah yang Maha Esa tidak membutuhkan daging atau darah karenanya berqurban adalah simbol rasa syukur dengan cara berbagi daging qurban kepada sesama manusia. Justru yang terpenting dalam berqurban adalah, penyembelihan dilakukan dengan menyebut nama Allah.
Indah Bupati Luwu Utara mengatakan bahwa, berkurban yakni wujud aktualisasi diri dalam mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia.
Untuk diketahui salat iduladha, khotbah disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Utara, H. Rusydi Hasyim.
Pewarta: Ben/Yustus








Komentar