Lepongannews.com-, Toraja Raya – Rekoleksi Dewan Pastoral (Depas) Pariku Sitti Maryam Saluampak di Sa’pak Bayo Bayo Sangalla Kabupeten Tana Toraja (Tator) Sulawesi Selatan (Sulsel),Sabtu 27 Mei 2023.

Hal tersebut disampaikan Pastor
Kapelan, Boni, MSC dalam materinya soal pertobatan untuk merawat rumah kita bersama sebuah pertobatan ekologis. Berarti keluarga terbuka, sadar, dan yakin dengan iman bahwa,“ ciptaan merupakan anugerah Allah yang harus dijaga dan dipelihara,” sebut Pastor Boni dihadapan petugas dewan pastoral yang
berjumlah 88 peserta.
Allah menciptakan segala sesuatu baik dan mempercayakannya kepada manusia sebagai penjaga, pemelihara, dan pengguna. Kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia sangat tergantung pada keutuhan ciptaan. Tapi realitas yang terjadi adalah sebaliknya bahwa, manusia merusak dan mencemarkan alam.
Pertobatan Ekologis yakni, umumnya pertobatan berarti memulihkan relasi dengan Tuhan dan sesama. Pertobatan
dalam arti ini sungguh mendasar dan selalu diperlukan. Namun karena martabat manusia yang utuh dan kesejahteraan hidup terkait dgn lingkungan hidup, maka kita juga dipanggil untuk memiliki pertobatan ekologis yakni, memulihkan relasi dengan ciptaan yang dianugerahkan Allah kepada kita manusia. Gerak tobat ekologis itu dimulai dari perjumpaan dengan Kristus dan Sabda-Nya, dan menjadi konkret pemulihan relasi dengan sesama dan lingkungan hidup.
” Tindakan tobat ekologis kita bertobat secara ekologis ketika dengan sadar kita mengubah dan membaharui cara bersikap dan bertindak terhadap alam atau lingkungan hidup. Sikap serakah dan cara hidup boros (konsumerisme) merupakan satu praktek menggunakan sumber daya secara tidak adil dan merusak lingkungan. Kita perlu hidup sederhana, disiplin, rela berkorban. Pola hidup hemat dalam keluarga merupakan cara menjaga dan merawat kelestarian lingkungan hidup. Dibutuhkan aksi nyata untuk mendukung keutuhan ciptaan,” terang Boni.
Untuk diketahui, Ensiklik Paus Fransiskus dengan nama “Laudato Si’” diambil dari nyanyian indah St. Fransiskus dari Asisi berjudul “Laudato Si’, mi’ Signore”, berarti “Terpujilah Engkau, Tuhanku”.
Dan ensiklik ini diumumkan oleh Paus Fransiskus kepada Gereja dan dunia pada tanggal 24 Mei 2015 di Roma. Isinya tentang Perawatan RUMAH KITA BERSAMA, yaitu bumi, alam semesta sebagai ciptaan Tuhan. Matahari, bulan, bintang, angin, udara, kabut, langit, air, api, tumbuhan dan semuanya merupakan saudara-saudari dari manusia di satu rumah bersama yakni, bumi.
” Bumi, rumah kita bersama, sedang menjerit karena berbagai kerusakan yang ditimpahkan padanya tanpa rasa tanggung jawab. Baik itu polusi (pencemaran udara) dan perubahan iklim, masalah air yakni kualitas air menurun, air bersih kurang, hilangnya keanekagaman hayati, penurunan kualitas hidup manusia akibat alam rusak, ketimpangan sosial-ekonomi secara global, serta tanggapan yang lemah dan keragaman pendapat,” jelasnya. (Mega/Yus)











Komentar